Menyikapi Kenaikan Harga BBM

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga kita tak pernah bosan-bosan dalam bersyukur kepada ALLAH swt. Sampai saat ini, di saat kenaikan BBM akan dilaksanakan, kita masih bisa bernafas, masih bisa berjalan, masih bisa berlari, masih bisa bekerja, masih bisa berusaha, masih bisa makan, masih bisa minum, masih bisa sekolah dan lain-lain. Semoga semua yang “masih” tersebut selalu diiringi ucap “Alhamdulillah” dengan ketauhidan yang mantap kepada ALLAH swt. Aamiin

Semoga salawat juga selalu kita senandungkan kepada Nabi Muhammad saw., sahabat juga kepada para keluarga serta pengikutnya hingga akhir zaman. Aamiin

Di tengah kegiatan kita yang begitu padat, pasti yang namanya membutuhkan tenaga baik berupa asupan gizi untuk tubuh maupun bahan bakar untuk kendaraan yang kita naiki. Dalam tulisan kali ini, saya akan sedikit membahas mengenai kenaikan harga BBM di tengah hiruk pikuk masalah kemiskinan di Indonesia. Pembahasan kali ini, saya tidak akan membahas mengapa BBM naik? Dari mana Asal perhitungannya? dan Siapa yang harus bertanggung jawab atas kenaikan ini? dan Siapa yang harus dibenarkan?

Semoga dalam tulisan ini, tidak menjadi provokatif kepada pihak manapun baik Pemerintah yang telah mengeluarkan keputusan maupun rakyat yang menerima keputusan. Tulisan ini bertujuan, membantu teman2 sekalian yang sedang menghadapi kenaikan BBM bersubsidi dalam segi moril. Kalau materil, saya gak sanggup. Hehehehe. Semoga dengan tulisan ini, teman2 bisa lebih bijak dalam menyikapi kenaikan BBM. Abis, mau demo, takut rusuh. Mau bakar ban, Ganggu lalu lintas. Mending menyikapi aja deh. Paling tidak kan, bisa untuk diri sendiri dulu. Iya gak? hehehehe

Kenapa dengan Menyikapi?? Emang kalo menyikapi salah apa ruginya?? Emang cara menyikapi yang baik itu seperti apa?? Mungkin pertanyaan-pertanyaan di atas akan muncul di benak teman-teman. Cara menyikapi suatu hal  harus tepat dengan pikiran yang jernih. Seperti apa? Mari kita bahas bersama-sama.

Manusia diberi akal yang mana akal ini merupakan perbedaan pokok antara manusia dan hewan. Akal ini lah yang perlu kita gunakan untuk menyikapi segala hal/masalah. Memang kenapa mesti disikapi? Nyok, kita ambil contoh sederhana. Kalau kita melihat ayam tetangga buang air di depan rumah, trus kita timpuk tuh ayam sampai mati, lalu yang punya ayam tahu. Kalau di saat itu mereka menyikapi dengan cara yang salah bisa jadi akan timbul pertengkaran dan perkelahian.

Cara menyikapi yang salah itu berbuah keburukan. Lalu bagaimana cara menyikapi kejadian tersebut? Kalo urusan akhlak atau prilaku, kita gak perlu lihat undang-undang, peraturan mentri dan lain-lain. Kita hanya perlu melihat kembali pedoman kita, yaitu Al-Qur’an. Seperti apa Al-Qur’an menjelaskan. Temen-temen pasti sudah tahu kan, Al-Qur’an mengajarkan kesabaran, menghargai, ramah dan perbuatan baik lainya.

Balik lagi ke masalah Ayam di atas. Andai saja, kita punya kesabaran yang di ajarkan ALLAH swt. Kita tidak akan menimpuk Ayam tersebut hingga mati. Betul gak? hehehehe. kesabaran ada batasnya, Om? Kalo ada pertanyaan itu muncul, saya balik tanya, Dasarnya apa yang bilang kesabaran ada batasnya, Al-Qur’an atau As-Sunnah? Al-Qur’an mengatakan “Jadikanlah Sholat dan Sabar sebagai penolongmu” (QS. Al-Baqorah : 153). Dilihat dari ayat ini dikatakan sabar di sejajarkan dengan solat. Solat merupakan tiangnya agama. Tidak solat rusaklah seluruh Amal. Bagaimana kalo Sabar ini sejajar dengan solat? Hayooo, gimana???? Sabar melihat ayam tetangga buang air depan rumah, sabar ketika suami di PHK, sabar ketika terjadi musibah.

Misal ternyata khilaf sampe ayam tetangga mati. Berarti kali ini kita lihat bagaimana cara tetangga kita menyikapinya. Kalo dia tiba2 dateng lalu marah. Artinya dia tidak sabar, juga tidak tawakal. Kenapa demikian? Dia tidak sabar terhadap amarah ketika melihat ayamnya mati. Dia tidak tawakal bahwa takdir kematian ayam tersebut itu Allah yang atur. Dan satu lagi, dia marah akibat ayam yang mati seharga 50rb. Artinya persaudaraan kita dengan tetangga rusak akibat uang 50rb. Apa itu logis untuk manusia yang memiliki akal???

Dalam kasus tawakal disini sangat detail pula Islam mengajarkan. Seperti apa? Pasti teman-teman sudah hafal dengan doa keluar rumah kan? Dari doa ini, kita diajarkan ALLAH bahwa kita harus tawakal kepada-Nya atas apa yang akan terjadi. Doa tersebut memiliki arti ” Dengan menyebut nama ALLAH, Aku berserah diri atas diriku Kepada ALLAH, Tiada daya dan Kekuatan kecuali atas Izin ALLAH”. Dari doa ini, kita memohon kepada ALLAH agar hati ini berserah diri kepada-Nya. Kalau sudah tawakal, kita tak akan pusing memikirkan apa yang akan terjadi nanti, Ketika kita mulai melangkahkan kaki ke keluar rumah kita tawakal, ketika menyebrang kita tawakal. Kita tak takut tertabrak saat nyebrang. Kalo kita takut, kapan nyebrangnya? hehehe. Oleh karena itu, tawakal adalah puncak ketauhidan seorang muslim.

Mengenai Ayam di atas, mari kita berpindah ke BBM. Pemerintah mulai menetapkan kenaikan harga BBM yang semakin menambah keruwetan rakyat miskin yang ada. Tapi sebenernya keruwetan itu tidak sepenuhnya salah kenaikan harga BBM. Tapi karena tidak adanya sabar dan tawakal yang merasuk di hati kita. Kita termasuk saya yang hanya rakyat kecil, yang sulit sekali memberikan apresiasi kepada pemerintah agar harga BBM jangan dinaikkan. Apa yang seharusnya kita lakukan? Mencela pemerintah tidak akan mengurangi masalah hidup kita, yang ada malah tambah pusing mikirin pemerintahan.

Kita (termasuk saya pribadi) harus sabar dan tenang. Sudah banyak kok beberapa anggota DPR yang menolak kenaikan harga BBM. Para Kader Parpol pun sudah sering berkoar agar Harga BBM tidak naik. Banyak usaha dari para mahasiswa untuk menghentikan dan membatalkan penetapan kenaikan ini. Apa yang bisa kita lakukan? Jika kita tidak bisa seperti anggota DPR, Kader Parpol, maupun pemerintah, yang bisa kita lakukan adalah berdoa agar Pemerintah mencabut keputusan tersebut.

Tapi kalo tetep naik bagaimana? Doa kita gak di Ijabah berarti? Usaha kita sia-sia dong? Saya berani tegaskan bahwa itu tidak benar. Usaha kita tidak sia-sia. Lah, hasilnya apa dong? kan tetep naek2 juga. Hasilnya yaitu sesuai sikap kita terhadap apa yang terjadi setelah usaha yang kita lakukan. Jika hasilnya tidak sesuai keinginan, sabar dan tawakal adalah sikap yang tepat dalam menjalaninya. Jika hasilnya sesuai keinginan, tawaddu dan syukur adalah sikap yang tetap dalam menjalaninya.

Nah, kenyataanya, keinginan kita (termasuk saya) tdk sesuai harapan. Yaitu cara yang tepat atau sikap yang tepat yaitu kita harus sabar dalam menjalani kehidupan ini, dan tawakal berserah diri kepada ALLAH apapun yang terjadi kepada kita setelah kenaikan ini. Jangan sampai, kehidupan kita menjadi berantakan gara-gara kenaikan Harga. Jangan sampai cita-cita kita hancur karena kenaikan Harga. Jangan sampai tawakal kita sirna hanya karena kenaikan Harga BBM. Yuk, kalo bukan dari diri kita yang memotivasi. Siapa lagi? kita sendiri orang yang pertama memotivasi hati kita. Jika kita tidak mau memberi motivasi positif kepada diri kita, bagaimana orang lain (Ustadz, Kiyai dll) akan bisa merasuki hati kita.

Mari kita sama-sama sikapi dengan Sabar dan Tawakal serta tetap berusaha dan bekerja untuk menjalani kehidupan kita yang singkat ini. Akhir kata, mohon maaf atas  segala kekurangan yang ada pada tulisan ini. Jika ada kata-kata yang mengandung provokatif baik kepada pemerintah maupun rakyat sendiri, monggo dikoreksi. Agar kita tetap terjaga dalam silaturahmi. Aamiin.

Wallahu a’lamu bish showab

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s