Menyikapi Perbedaan Awal Ramadhan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada ALLAH swt. yang telah dan masih mengizinkan kita menemui bulan yang begitu mulia ini, yaitu Bulan Suci Ramadhan,. Semoga dengan datangnya bulan ini, memberikan kita motivasi akan mengubah sikap dan akhlak kita menjadi lebih baik, tidak hanya dibulan ini saja, tapi bulan-bulan selanjutnya juga. Aamiin

Salawat juga salam semoga selalu terucap kepada Nabi Muhammad saw. keluarga, sahabat juga kepada pengikutnya hingga akhir zaman. Aamiin

Hmm, hari ini pasti temen2 lagi pada galau nih mau tarawih atau tidak. Hehe. Sama saya juga. Galau galau mau. Ya, kita lihat saja. Apapun yang diputuskan, apapun yang diperoleh, apapun yang kita terima semoga menjadi amal ibadah yang diterima oleh ALLAH swt. Aamiin

Di Indonesia bahkan di dunia (yang saya lihat selama 20 tahun ini), hal yang sering terjadi bahkan bisa membuat saling menggunjing saat2 menjelang Ramadhan adalah perbedaan hari awal berpuasa. Sering sekali dihati penulis bertanya2, “Akankah suatu hari kita dapat menjalan awal puasa dan lebaran bersama-sama”. Ya, itu harapan besar dalam hati ini dan mungkin juga hati kawan2 sekalian.

Dalam tulisan kali ini, saya tidak berniat memojokkan siapa pun, termasuk ormas-ormas dan pemerintah. Saya pribadi hanya berniat ingin sharing aja berbagi sedikit ilmu yang telah saya dapatkan. Dalam kasus ini, perbedaan tidak menjadi masalah. Bahkan kaka adik pun memiliki sifat yang berbeda. Sebenarnya yang jadi masalah itu kalau perbedaan ini tidak pernah didiskusikan sehingga tidak pernah menemukan titik temu dimana letak perbedaan itu dan seperti apa mengubahnya.

Dalam fiqih, penguasa ialah badan tertinggi yang mempuanyi wewenang penuh dalam menaggulangi perbedaan yang terjadi pada rakyatnya. Dalam litelatur, istilah dikenal dengan sebutan Hakim atau Sulthon. Penguasa menjadi suatu badan yang memiliki wewenang dalam memutuskan suatu perkara BERDASARKAN Al-Qur’an dan As-Sunnah. Nah, bisa teman-teman lihat, saya memberikan huruf kapital pada kata di atas. Sedikit ditekankan nih, Penguasa bukan seperti preman atau sejenisnya, tapi penguasa dalam hal positif.

“Hukmul-Haakim Ilzaamun Yarfa’u Al-Khilaf (Keputusan hakim adalah suatu yang harus ditaati sebagai pemutus perbedaan). Itulah salah satu kaidah fiqih yang pernah saya dengar. Nah, ini berlaku untuk segala hal. Jadi, keputusan kita sekarang kepada yang berhak yaitu Hakim. 14 Abad yang lalu yang menjadi hakim bagi umat islam di dunia adalah Nabi Muhammad saw. Beliau lah yang memutuskan segala perkara yang dihadapi umatnya termasuk perkara awal ramadhan.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahuanhu bahwa orang-orang mencari-cari hilal. Aku memberitahukan Nabi SAW bahwa diriku telah melihatnya, maka beliau berpuasa dan memerintahkan orang-orang untuk berpuasa. (HR. Abu Daud dan Al-Hakim)

Di sana ada hal penting dikatakan bahwa “Aku memberitahukan”. Kata itu mengartikan bahwa seseorang sedang mengabarkan Rasulullah saw. tentang hilal. Maka yang memutuskan adalah Rasulullah (Dalam hal ini, Hakim). Adalagi hadits yang membahas tentang keputusan awal ramadhan seperti dibawah ini:

Seorang a’rabi datang kepada Nabi SAW dan melapor, “Aku telah melihat hilal”. Rasulullah SAW bertanya,  “Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan-Nya?”. Dia menjawab, “Ya”. Beliau berkata, “Bilal, umumkan kepada orang-orang untuk mulai berpuasa besok”. (HR. Tirmizy dan An-Nasa’i)

Melihat sejarah dan kisah2 Penentuan awal Ramadhan pada massa Nabi Muhammad saw, dilihat bahwa semua yang diputuskan berasal dari Nabi Muhammad saw. Asalkan seorang yang bersaksi bahwa hilal telah muncul itu dia adalah orang yang benar2 terpercaya juga.

Selain menyangkut mengenai hal yang penentuan awal Ramadhan. Hal-hal ini pun bisa kita kaitkan mengenai Demokrasi dan Musyawarah. Dari kisah-kisah di atas, saya pribadi mengambil suatu makna tentang perbedaan antara Demokrasi dengan Musyawarah. Saya pribadi menganggap Demokrasi dengan Musyawarah itu berbeda. Menurut pengertian saya, Demokrasi itu sama saja seperti Voting siapa yang banyak dia yang menang tapi tidak memperdulikan keikhlasan dari yang dikalahkannya. Musyawarah itu kita berunding, bisa juga dengan voting, tapi jika voting sudah selesai maka semuanya berdiskusi apakah hasil voting sesuai dasar hukum atau tidak. Jika memang ada sanggahan seharusnya diungkapkan sebelum voting dimulai.

Salah seorang penulis blog yaitu Ahmad Zarkasih dari blognya http://zarkasih20.blogspot.com beliau bertemu salah seoran g petinggi salah satu ormas yaitu Prof. Dr. Susiknan Azhari, belia adalah seorang guru besar ilmu Falak dari UIN Yogyakarta.

 Beliau menyatakan secara jujur bahwa ini soal identitas. Mau kah kita melepas identitas kita untuk persatuan umat? Kalau memakai metode kelompok itu akan menonjolkan identitas, dan memang itu yang dicari. Tetapi rela kah kita melepas identitas ini dengan rela ikut bersama yang lain?
Kalau masing-masing tetap keukeuh akan identitas masing-masing, yaa selesai sudah perkara. Impian puasa dan lebaran barenga cuma jadi hiasan wacana di media saja. Sangat sulit bisa terwujud, kecuali kalau kebetulan. Kebetula hitungan rukyah dan hisabnya sama. Itu saja!
Padahal di Negara-Negara Timur Tengah pun sama seperti Indonesia, yaitu memiliki berbagai ormas Islam, bahkan bisa lebih parah dari kita. Mereka tidak segan mengkafirkan seseorang yang bahkan satu aliran dengannya. Tapi, ketika penentuan ramadhan sudah tetapkan pemerintah, mereka semua legowo walaupun hasil perhitungan metode mereka berbeda dengan hasil pemerintah. Mereka ikut dan berpuasa dan berlebaran bersama-sama. Bayangkan jika memang masing-masing ormas di Negara-Negara Timur Tengah tetap keukeuh dengan hasil perhitungan mereka, bisa-bisa Ibadah haji yang dilakukan bisa beda-beda pula dikerjakannya. Pasti akan lebih repot lagi muslim seluruh dunia.
Dari tulisan di atas, penulis mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang tertulis maupun tersirat. Saya tidak bermaksud menyinggung salah satu atau lebih dari ormas2 muslim atau pun pemerintah. Tapi dalam tulisan ini saya pribadi menyimpulkan, masalah yang dialami muslim saat ini yaitu di antara 2 hal berikut Apakah pemerintah memiliki kesalahan sehingga ada ormas yang tidak mempercayai keputusan pemerintah atau ormas itu hanya ingin identitas semata yang tidak ingin melepaskannya? Semoga dengan 2 pertanyaan tersebut, kita bisa sama-sama memiliki fikiran “Bisa berpuasa dan berlebaran di hari yang sama”. Agar tidak terjadi saling gunjing atau menjatuhkan satu sama lain
Kurang lebihnya mohon maaf, semoga tulisan ini dapat diambil manfaatnya dan dikoreksi akan kesalahannya agar tak terulang lagi di kemudian hari
Wallahu a’lamu bish showab
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Iklan

Menyikapi Kenaikan Harga BBM

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga kita tak pernah bosan-bosan dalam bersyukur kepada ALLAH swt. Sampai saat ini, di saat kenaikan BBM akan dilaksanakan, kita masih bisa bernafas, masih bisa berjalan, masih bisa berlari, masih bisa bekerja, masih bisa berusaha, masih bisa makan, masih bisa minum, masih bisa sekolah dan lain-lain. Semoga semua yang “masih” tersebut selalu diiringi ucap “Alhamdulillah” dengan ketauhidan yang mantap kepada ALLAH swt. Aamiin

Semoga salawat juga selalu kita senandungkan kepada Nabi Muhammad saw., sahabat juga kepada para keluarga serta pengikutnya hingga akhir zaman. Aamiin

Di tengah kegiatan kita yang begitu padat, pasti yang namanya membutuhkan tenaga baik berupa asupan gizi untuk tubuh maupun bahan bakar untuk kendaraan yang kita naiki. Dalam tulisan kali ini, saya akan sedikit membahas mengenai kenaikan harga BBM di tengah hiruk pikuk masalah kemiskinan di Indonesia. Pembahasan kali ini, saya tidak akan membahas mengapa BBM naik? Dari mana Asal perhitungannya? dan Siapa yang harus bertanggung jawab atas kenaikan ini? dan Siapa yang harus dibenarkan?

Semoga dalam tulisan ini, tidak menjadi provokatif kepada pihak manapun baik Pemerintah yang telah mengeluarkan keputusan maupun rakyat yang menerima keputusan. Tulisan ini bertujuan, membantu teman2 sekalian yang sedang menghadapi kenaikan BBM bersubsidi dalam segi moril. Kalau materil, saya gak sanggup. Hehehehe. Semoga dengan tulisan ini, teman2 bisa lebih bijak dalam menyikapi kenaikan BBM. Abis, mau demo, takut rusuh. Mau bakar ban, Ganggu lalu lintas. Mending menyikapi aja deh. Paling tidak kan, bisa untuk diri sendiri dulu. Iya gak? hehehehe

Kenapa dengan Menyikapi?? Emang kalo menyikapi salah apa ruginya?? Emang cara menyikapi yang baik itu seperti apa?? Mungkin pertanyaan-pertanyaan di atas akan muncul di benak teman-teman. Cara menyikapi suatu hal  harus tepat dengan pikiran yang jernih. Seperti apa? Mari kita bahas bersama-sama.

Manusia diberi akal yang mana akal ini merupakan perbedaan pokok antara manusia dan hewan. Akal ini lah yang perlu kita gunakan untuk menyikapi segala hal/masalah. Memang kenapa mesti disikapi? Nyok, kita ambil contoh sederhana. Kalau kita melihat ayam tetangga buang air di depan rumah, trus kita timpuk tuh ayam sampai mati, lalu yang punya ayam tahu. Kalau di saat itu mereka menyikapi dengan cara yang salah bisa jadi akan timbul pertengkaran dan perkelahian.

Cara menyikapi yang salah itu berbuah keburukan. Lalu bagaimana cara menyikapi kejadian tersebut? Kalo urusan akhlak atau prilaku, kita gak perlu lihat undang-undang, peraturan mentri dan lain-lain. Kita hanya perlu melihat kembali pedoman kita, yaitu Al-Qur’an. Seperti apa Al-Qur’an menjelaskan. Temen-temen pasti sudah tahu kan, Al-Qur’an mengajarkan kesabaran, menghargai, ramah dan perbuatan baik lainya.

Balik lagi ke masalah Ayam di atas. Andai saja, kita punya kesabaran yang di ajarkan ALLAH swt. Kita tidak akan menimpuk Ayam tersebut hingga mati. Betul gak? hehehehe. kesabaran ada batasnya, Om? Kalo ada pertanyaan itu muncul, saya balik tanya, Dasarnya apa yang bilang kesabaran ada batasnya, Al-Qur’an atau As-Sunnah? Al-Qur’an mengatakan “Jadikanlah Sholat dan Sabar sebagai penolongmu” (QS. Al-Baqorah : 153). Dilihat dari ayat ini dikatakan sabar di sejajarkan dengan solat. Solat merupakan tiangnya agama. Tidak solat rusaklah seluruh Amal. Bagaimana kalo Sabar ini sejajar dengan solat? Hayooo, gimana???? Sabar melihat ayam tetangga buang air depan rumah, sabar ketika suami di PHK, sabar ketika terjadi musibah.

Misal ternyata khilaf sampe ayam tetangga mati. Berarti kali ini kita lihat bagaimana cara tetangga kita menyikapinya. Kalo dia tiba2 dateng lalu marah. Artinya dia tidak sabar, juga tidak tawakal. Kenapa demikian? Dia tidak sabar terhadap amarah ketika melihat ayamnya mati. Dia tidak tawakal bahwa takdir kematian ayam tersebut itu Allah yang atur. Dan satu lagi, dia marah akibat ayam yang mati seharga 50rb. Artinya persaudaraan kita dengan tetangga rusak akibat uang 50rb. Apa itu logis untuk manusia yang memiliki akal???

Dalam kasus tawakal disini sangat detail pula Islam mengajarkan. Seperti apa? Pasti teman-teman sudah hafal dengan doa keluar rumah kan? Dari doa ini, kita diajarkan ALLAH bahwa kita harus tawakal kepada-Nya atas apa yang akan terjadi. Doa tersebut memiliki arti ” Dengan menyebut nama ALLAH, Aku berserah diri atas diriku Kepada ALLAH, Tiada daya dan Kekuatan kecuali atas Izin ALLAH”. Dari doa ini, kita memohon kepada ALLAH agar hati ini berserah diri kepada-Nya. Kalau sudah tawakal, kita tak akan pusing memikirkan apa yang akan terjadi nanti, Ketika kita mulai melangkahkan kaki ke keluar rumah kita tawakal, ketika menyebrang kita tawakal. Kita tak takut tertabrak saat nyebrang. Kalo kita takut, kapan nyebrangnya? hehehe. Oleh karena itu, tawakal adalah puncak ketauhidan seorang muslim.

Mengenai Ayam di atas, mari kita berpindah ke BBM. Pemerintah mulai menetapkan kenaikan harga BBM yang semakin menambah keruwetan rakyat miskin yang ada. Tapi sebenernya keruwetan itu tidak sepenuhnya salah kenaikan harga BBM. Tapi karena tidak adanya sabar dan tawakal yang merasuk di hati kita. Kita termasuk saya yang hanya rakyat kecil, yang sulit sekali memberikan apresiasi kepada pemerintah agar harga BBM jangan dinaikkan. Apa yang seharusnya kita lakukan? Mencela pemerintah tidak akan mengurangi masalah hidup kita, yang ada malah tambah pusing mikirin pemerintahan.

Kita (termasuk saya pribadi) harus sabar dan tenang. Sudah banyak kok beberapa anggota DPR yang menolak kenaikan harga BBM. Para Kader Parpol pun sudah sering berkoar agar Harga BBM tidak naik. Banyak usaha dari para mahasiswa untuk menghentikan dan membatalkan penetapan kenaikan ini. Apa yang bisa kita lakukan? Jika kita tidak bisa seperti anggota DPR, Kader Parpol, maupun pemerintah, yang bisa kita lakukan adalah berdoa agar Pemerintah mencabut keputusan tersebut.

Tapi kalo tetep naik bagaimana? Doa kita gak di Ijabah berarti? Usaha kita sia-sia dong? Saya berani tegaskan bahwa itu tidak benar. Usaha kita tidak sia-sia. Lah, hasilnya apa dong? kan tetep naek2 juga. Hasilnya yaitu sesuai sikap kita terhadap apa yang terjadi setelah usaha yang kita lakukan. Jika hasilnya tidak sesuai keinginan, sabar dan tawakal adalah sikap yang tepat dalam menjalaninya. Jika hasilnya sesuai keinginan, tawaddu dan syukur adalah sikap yang tetap dalam menjalaninya.

Nah, kenyataanya, keinginan kita (termasuk saya) tdk sesuai harapan. Yaitu cara yang tepat atau sikap yang tepat yaitu kita harus sabar dalam menjalani kehidupan ini, dan tawakal berserah diri kepada ALLAH apapun yang terjadi kepada kita setelah kenaikan ini. Jangan sampai, kehidupan kita menjadi berantakan gara-gara kenaikan Harga. Jangan sampai cita-cita kita hancur karena kenaikan Harga. Jangan sampai tawakal kita sirna hanya karena kenaikan Harga BBM. Yuk, kalo bukan dari diri kita yang memotivasi. Siapa lagi? kita sendiri orang yang pertama memotivasi hati kita. Jika kita tidak mau memberi motivasi positif kepada diri kita, bagaimana orang lain (Ustadz, Kiyai dll) akan bisa merasuki hati kita.

Mari kita sama-sama sikapi dengan Sabar dan Tawakal serta tetap berusaha dan bekerja untuk menjalani kehidupan kita yang singkat ini. Akhir kata, mohon maaf atas  segala kekurangan yang ada pada tulisan ini. Jika ada kata-kata yang mengandung provokatif baik kepada pemerintah maupun rakyat sendiri, monggo dikoreksi. Agar kita tetap terjaga dalam silaturahmi. Aamiin.

Wallahu a’lamu bish showab

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pengenalan Gambar CAD bagi Teknik Sipil

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga kita tak pernah bosan-bosan dalam bersyukur kepada ALLAH swt. Aamiin

Semoga salawat juga selalu kita senandungkan kepada Nabi Muhammad saw., sahabat juga kepada para keluarga serta pengikutnya hingga akhir zaman. Aamiin

Bagi kita yang baru memasuki jurusan teknik sipil (pengalaman pribadi, hahahaha), pasti yang dipikirkan adalah “teknik sipil itu pasti berhubungan dengan itungan, itungan dan itungan. rumus, rumus dan rumus”. hehehe. Sebenernya ilmu teknik sipil tak berhenti sampai hasil perhitungan dari rumus-rumus yang sangat rumit. Hasil perhitungan yang kita hitung secara teliti, haruslah dapat di aplikasikan dalam kehidupan nyata. Dalam pengaplikasiannya kita membutuhkan tenaga lain yang sangat penting yaitu para tukang. Para tukang ini bekerja tidak mendasar pada tulisan2 dan hitungan2 dari para engineer melainkan dari sebuah media komunikasi berupa gambar kerja. Nah, gambar kerja inilah yang menjadi patokan para pekerja melaksanakan suatu proyek.

Auto CAD adalah suatu program yang berfungsi agar dapat membuat gambar dengan cepat dan hemat oleh para drafter. Cepat, dengan Auto CAD dalam menggambar sebuah garis lurus tak perlu menggunakan penggaris sehingga dalam penggambaran akan lebih cepat. Hemat, dalam menggambar pasti akan melakukan kesalahan, dengan auto CAD, sebelum gambar di cetak, gambar dapat di cek dan diperbaiki terlebih dahulu sehingga pengeluaran kertas akan semakin hemat.

Gambar 1. Program Auto CAD

Setelah perhitungan struktur dalam suatu bangunan, penggambaran harus dilakukan. Perhitungan yang banyak rumus harus dituangkan dalam bentuk gambar agar para pekerja dapat mengerti apa yang diinginkan oleh owner.

Sepengetahuan saya selama saya kerja praktek dan bekerja freelance di konsultan. Dalam suatu proyek, gambar itu ada 3 macam yaitu Asplan Drawing, Shop Drawing dan Asbuilt Drawing.

Pertama, Asplan Drawing merupakan gambar yang dibuat oleh konsultan perencana yang disahkan oleh pihak-pihak terkait. Asplan Drawing ini merupakan dasar yang digunakan oleh Kontraktor dalam melaksanakan proyek. Aplan Drawing adalah gambar hasil dari perhitungan oleh para engineer di konsultan perencana. Asplan Drawing ini digunakan oleh owner pada rapat penjelasan (aanwijzing) kepada kontraktor. Melalui gambar ini, para kontraktor bersaing untuk mendapatkan proyek tersebut. Bersaing seperti apa? Yaitu dalam perkiraan RAB, metode pelaksanaan yang digunakan, jumlah tenaga ahli yang digunakan dan lain-lain. Hasil perkiraan para kontraktor inilah yang akan dinilai oleh panitia lelang yang nantinya yang mana hasil utamanya akan diperoleh 1 kontraktor terbaik yang akan melaksanakan proyek tersebut.

Kedua, Shop Drawing merupakan gambar kerja yang dibuat oleh kontraktor dan tetap mengacu pada Asplan Drawing yang berfungsi untuk mempermudah tukang dalam mengerti dan melaksanakan pekerjaan di lapangan.

Ketiga, Asbuilt Drawing merupakan gambar yang sudah dikerjakan oleh kontraktor. Asbuilt Drawing ini dibuat sebagai laporan hasil kerja kontraktor kepada owner yang sudah disahkan oleh pihak-pihak yang mana Asbuilt Drawing ini harus sesuai dengan apa yang sudah dikerjakan dilapangan. Asbuilt Drawing ini wajib ada pada laporan akhir kontraktor dalam penagihan baik perbulan maupun di akhir proyek.

Nah, sekarang kita sudah tahun mengenai gambar proyek. Auto CAD sendiri tidak hanya digunakan untuk teknik sipil, melainkan untuk arsitek, teknik mesin dan kalangan umum lainnya. Oleh karena itu, jika teman2 ingin mempelajari lebih lanjut mengenai CAD teman2 harus mencari guru atau teman yang benar2 sesuai kebutuhan kita. 

Pada dasarnya, untuk dapat bisa menggunakan Auto CAD itu mudah dan sama. Materi yang dipelajari di setiap bidang baik teknik sipil, arsitek, ataupun mesin itu sama. Dasar materi yang digunakan adalah line, polyline, modify, trim dan lain-lain. Namun, hal terpenting dari auto CAD itu adalah bagaimana pemahaman seorang drafter terhadap gambar yang akan dia buat. Jika teknik sipil pastinya gambar yang dibuat haruslah mengenai detail2 struktur bangunan, arsitek mengenai gambar tampak, detail arstitek dan lain-lain. Oleh karena itu, Jika hanya bisa menggunakan perintah-perintah di dalam autoCAD jangan dulu puas, kita harus belajar kembali sejauh mana auto CAD diaplikasikan dalam bidang kita khususnya teknik sipil.

Untuk dapat menjadi seorang drafter itu tidak mudah. Selain bisa menggambar dengan cepat, seorang drafter juga harus dapat menggambar dengan tepat. Tepat disini adalah sesuai dengan standar yang sering digunakan.

Pasti dalam hati teman-teman bertanya “Caranya seperti apa? Kan dikampus kita cuma diajari ngitung, ngitung dan ngitung”. Gak begitu sulit caranya. Teman-teman pasti pernah atau akan melakukan Kerja Praktek kan? Nah, dari KP (Kerja Praktek) itu teman-teman bisa memanfaatkannya. Ambil dan mintalah sebanyak-banyaknya data yang bisa diminta salah satunya gambar. Setelah diperoleh, teman-teman bisa pelajari gambar yang sudah ada. Coba di baca gambar yang sudah diperoleh, setelah gambar itu di baca, kemudian dibayangkan dan coba cocokkan dengan dilapangan. Seorang engineer harus bisa membaca dan mengerti mengenai gambar kerja.

Nah, kalo yang dibayangkan oleh teman-teman itu sesuai dengan yang dilapangan berarti dalam tahap ini teman-teman sudah bisa dan mengerti dengan gambar yang ada. Jangan puas sampai situ. Yuk, lanjut ke tahap menggambar. Ambil dan pelajari gambarnya, kemudian gambar ulang. Gambar ulang di sini tidak hanya sekedar menggambar yang sudah ada melainkan gambar ulang sambil dipelajari dan dipahami mengapa digambar seperti itu. Kenapa harus demikian? Misalkan, penggambaraan As bangunan pun tidak sembarangan. Jika kita buat asal, maka gambar akan terlihat jelek dan tidak mudah dipahami oleh orang. Jika ada suatu hal yang tidak teman-teman mengerti jangan malu atau takut untuk bertanya kepada yang lebih menguasai.

Berikut di bawah ini saya lampirkan beberapa plot hasil gambar CAD untuk beberapa detail gambar. Gambar hasil plot dibawah ini merupakan hasil gambar penulis sendiri. InsyaALLAH jika hasil karya orang lain, saya akan selalu cantumkan sumbernya. Aamiin. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian.

denah 2

denah 3denah 4denah 5denah 6 

denah 8 denah 9 denah 10 denah

Gambar tersebut hanyalah berupa screen shot dengan format jpg. Jika teman-teman berminat untuk gambar dalam format dwg bisa hubungi saya di email yang tertera di blog ini. Insya ALLAH gambar akan segera saya kirimkan.

Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi teman2 sekalian dan khususnya bagi saya sendiri. Mohon maaf atas segala kekurangan kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan agar tulisan ini menjadi sangat bermanfaat.

Barakallahu minna wa minkum

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Memilih/memperkirakan pemimpin yang adil dan bijak itu mudah loh…….

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH swt. yang telah memberikan kita semua nikmat sehat jasmani dan rohani sehingga kita masih tetap melaksanakan aktifitas kita sehari-hari.

Salawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad saw., keluarga, sahabat serta para pengikutnya hingga akhir zaman.

Setahun lagi, negara kita ini akan berganti kepemimpinan. pemilihan umum akan dilaksanakan tahun depan. Seluruh rakyat Indonesia mulai berfikir siapa yang akan mereka percaya untuk memimpin negeri ini. Siapa pun yang terpilih, dia memiliki tanggung jawab yang besar, dan kita sebagai rakyat sudah sepatutnya memberikan hormat dan nasehat yang baik kepada beliau-beliau yang terpilih.

Kemajuan negeri ini, tidak hanya bergantung dari para presiden. Gubernur, Bupati, Walikota bahkan pedagang pun ikut berpengaruh dalam perkembangan di negara kita ini. Kenapa demikian? Karena setiap manusia adalah pemimpin, minimal dia adalah pemimpin untuk diri dia sendiri.

Dalam tema kali ini, penulis tidak bermaksud menyindir para calon presiden kita, tetapi untuk kita semua agar NKRI ini tetap bisa menjadi negara hingga akhir zaman kelak. Dalam teman kali ini, penulis pun bertujuan ingin berbagi sedikit ilmu yang saya punya kepada rekan-rekan sekalian. Ya, maklum lah, belum bisa jadi wakil rakyat, paling gak bisa nyumbang pake ilmu demi kemajuan bangsa tercinta ini. Aamiin

Memilih pemimpin itu bisa dibilang cukup sulit di masa sekarang ini. Hmm, kenapa ya??? ya bingung jg saya, hehehe. Sebenarnya mudah saja loh. Gak percaya??? Teman-teman tentunya percaya dong kalau Khulafaur Rasyidin itu pemimpin-pemimpin yang luar biasa bijaksana? Nah, sudah pada tahu belum nih bagaimana cara umat muslim saat itu memilih pemimpin-pemimpin mereka? Mungkin kisah yang akan saya ceritakan di bawah ini sudah pada tahu. Tapi agar teman2 tetap mengingat perjuangan para Khalifah tersebuh, alangkah baiknya jika saya menceritakan lagi ya. hehehe.

Sebelum menuju ke salah satu kisah Khulafaur Rasyidin mari kita simak dahulu pesan/wasiat dari Khalifah Umar bin Khattab ra. kepada ahli syura (calon kandidat khalifah berikutnya yang saat itu ada 6 orang) saat pemilihan Khalifah ketiga “Jika kalian saling membantu, saling percaya dan saling menasehati, maka kuper­cayakan kepemimpinan ummat kepada kalian, bahkan sampai kepada anak cucu kalian. Tetapi kalau kalian saling dengki, saling membenci , saling menyalahkan dan saling bertentangan, kepe­mimpinan itu akhirnya akan jauth ke tangan Muawiyah bin Abu Sufyan!”. 6 orang tersebut salah satunya adalah Usman bin Affan ra.

oia, pemilihan khalifah ke tiga ini berbeda loh dari cara2 sebelumnya. Kali ini pengangkatannya tidak melalui penunjukan melainkan melalui syura yang dilakukan oleh ke enam kandidat tersebut.

Perlu diketahui, bahwa ketika Khalifah Umar r.a. masih hidup, Muawiyah bin Abu Sufyan sudah beberapa tahun lamanya menjabat sebagai kepala daerah Syam. Ia diangkat sebagai kepala daerah oleh Umar Ibnul Khattab r.a.

selain itu, sebelum memilih 6 kandidat, ada seorang sahabat yang memberikan usul agar Abdulah bin Umar, putra sulung Umar ibnu Khattab ra. yang menjadi khalifat namun Umar ra. dengan tegas menjawab :”Tak seorang pun dari dua orang anak lelakiku yang bakal meneruskan tugas itu. Cukuplah sudah apa yang sudah dibebankan kepadaku. Cukup Umar saja yang menanggung resiko. Tidak. Aku tidak sanggup lagi memikul tugas itu, baik hidup ataupun mati!”

Sebelum khalifah Umar bin Khattab ra. wafat beliau sempat berpesan kepada Talhah Al Anshori “Abu Thalhah, camkan baik-baik! Kalau kalian sudah selesai memakamkan aku, panggillah 50 orang Anshar. Jangan lupa, supaya masing-masing membawa pedang. Lalu desaklah mereka (6 orang Ahlu Syuro) supaya segera menyelesaikan urusan mereka (untuk memilih siapa di antara mereka itu yang akan ditetapkan sebagai Khalifah). Kumpulkan mereka itu dalam sebuah rumah. Engkau bersama-sama teman-temanmu berjaga jaga di pintu. Biar­kan mereka bermusyawarah untuk memilih salah seorang di an­tara mereka.”

Dari kalimat di atas pun, sudah bisa teman2 simpulkan sendiri seperti apa proses pemilihan pemimpin saat itu. Menurut saya ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Bahkan sepertinya lebih luar biasa dibandingkan demokrasi. hehehe. Soalnya menurut saya, luar biasa pemilihan pemimpin ini hanya dipilih oleh 6 orang, dan 6 orang itu adalah kandidat itu sendiri. Begitu besar hati 6 orang tersebut yang harus memilih nama kandidat lain sedangkan diri mereka ada dalam kandidat tersebut. Memang hebat pemimpin yang bijaksana dan adil itu. hehehehe. Lanjut lagi.

“Oia, sebelum lanjut ada yang lupa nih, saat Khalifah Umar ibnu Khattab ra. memberikan wejangan kepada 6 kandidat khalifah berikutnya, Umar ra. sedang terluka parah loh oleh tusukan pisau akibat serangan diam-diam yang dilakukan oleh orang majusi yang bernama Abu Lu’lu ah. Hebat ya pemimpin kita yang satu ini. hehehe

Dan satu lagi, beliau ketika membuat peraturan baru, yang pertama kali dipanggil untuk melakukan percobaan peraturan tersebut adalah keluarga beliau sendiri. Jika ada yang melanggar maka hukumannya lebih berat di bandingkan rakyat yang lain. dan saat daerahnya paceklik, dia juga pernah berkata “Kalau rakyat hanya bisa makan roti kering saja, aku yang bertanggung jawab atas nasib mereka, dan aku pun harus berbuat seperti itu juga.” Ingin bisa kayak gitu ya….”

Baik kembali ke Topik. Hehehe.  6 orang kandidat ini di beri waktu tiga hari untuk memilih siapa yang akan diberi tanggung jawab yang nantinya akan menentukan surga atau neraka bagi siapa yang memegang tanggung jawab itu. Jika ia bisa adil, maka surga. Jika Tidak, maka Neraka.

“Jika yang Iima setuju dan ada satu yang menentang, peng­gallah leher orang yang menentang itu! J’ika empat orang setuju dan ada dua yang menentang, penggallah leher dua orang itu! Jika tiga orang setuju dan tiga orang lainnya menentang, tunggu dan lihat dulu kepada tiga orang yang diantaranya termasuk Abdurrahman bin ‘Auf. Kalian harus mendukung kesepakatan tiga orang ini. Kalau yang tiga orang lainnya masih bersikeras menen­tang,penggal saja leher tiga orang yang bersikeras itu!.”

“Jika sampai tiga hari, enam orang itu belum juga mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan urusan mereka, penggal saja leher enam orang itu semuanya. Biarlah kaum muslimin sendiri memilih siapa yang mereka sukai untuk dijadikan pemimpin mereka !”.

Dari beberapa penggalan kalimat Umar ra. jelas terlihat rasa tanggung jawab yang besar guna meneruskan perjuangannya memimpin umat ini.  Sampai detik-detik menjelang ajalnya, ia masih memikirkan cara-­cara pengangkatan seorang Khalifah yang akan mengantikannya. Sambil menahan rasa sakit akibat luka-luka tikaman sejata tajam, ia masih sempat berusaha menyinambungkan kepemimpinan um­mat Islam sebaik-baiknya.

Sebelum masuk proses Musyawarah 6 kandidat ini mari kita kenal kan dahulu para kandidatnya.  Umar r.a. mengungkapkan, bahwa sebelum wafat, Rasul Allah s.a.w. telah merestui 6 orang sahabat dari kalangan QureiysYaitu Ali bin Abi Thalib, ‘Utsman bin Affan, Thalhah bin ‘Ubaidillah, Zubair bin Al ‘Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin ‘Auf. Aku berpendapat”, kata Umar r.a. lebih jauh, “sebaiknya kuse­rahkan kepada mereka sendiri supaya berunding, siapa di antara mereka yang akan dipilih.”

Setelah Umar ibnu Khattab ra wafat dan dimakamkan, akhirnya masing-masing kandidat memilih kandidat yang lain. Dari sekian banyak perbincangan dalam musyarawah 6 kandidat ini, saya akan meringkas yang insya ALLAH semoga tidak mengurangi makna yang sangat berharga dalam musyawarah ini. Aamin.

Berikut masing-masing kandidat dan pilihannya:

Thalhah ra. memilih Usman ra.

Zubair ra. memilih Ali ra.

Sa’ad ra. memilih Abdurrahman ra.

Abdurrahman ra. memilih Usman ra. dan Ali ra.

Ali ra. memilih Usman ra.

Usman ra. memilih Ali ra.

Dalam tahap pertama ini sudah dilihat ada 2 nama yang mencolok, yaitu Usman bin Affan ra. dan Ali ibnu Abi Thalib ra. Abdurrahman bin Auf ra pun bertanya “Siapa di antara kalian yang bersedia di baiat”. Namun keduanya tak menanggapinya sedikit patah kata pun. Akhirnya Abdurrahman ra. bertanya kepada Ali ra. “Bagaimana kalau aku membai’at anda untuk bekerja berdasarkan Kitab Allah, Sunnah Rasul s.a.w. dan mengikuti jejak dua orang Khalifah yang lalu?”

Menghadapi pertanyaan yang agak mendadak itu, dengan cepat Imam Ali r.a. menjawab: “Tidak! Aku menerima (pembai’at­an itu) jika didasarkan kepada Kitab Allah, Sunnah Rasul s.a.w. dan ijtihadku sendiri.”

Tanpa mengajukan pertanyaan lebih lanjut kepada Imam Ali r.a., Abdurrahman bin Auf mengajukan pertanyaan yang sama kepada Utsman bin Affan r.a. Dengan singkat dan tegas Utsman bin Affan r.a. menjawab: “ya!”

Mendengar jawaban Utsman bin Affan r.a. itu, Abdurrahman masih tiga kali lagi mengajukan pertanyaan yang sama kepada Imam Ali r.a. Imam Ali r.a. tetap pada jawaban semula. Akhir­nya Abdurrahman bin Auf mendekati Utsman bin Affan r.a. kemudian memegang tangannya. Ini sebagai tanda pembai’atan yang diberikannya kepada Utsman bin Affan r.a. Prakarsa Abdur­rahman bin Auf ternyata berhasil menyelesaikan pembai’atan Khalifah baru, untuk menggantikan Khalifah Umar r.a. yang te­lah wafat.

Setelah itu Usman bin Affan ra pun menjalani kehidupannya dengan sangat sederhana dan penuh tanggung jawab. kasih sayangnya kepada ummat muslim yang dipimpinnya begitu besar. dan singkat cerita Beliau wafat akibat di bunuh yang mana sebelum pembunuhan tersebut rumah beliau sudah di kepung oleh musuh. Sudah banyak sahabat yang ingin mengorbankan diri demi melindungi khalifah yang penuh ramah tamah dan kasih sayang ini. Namun, Usman bin Affan ra. tak pernah ingin menyusahkan orang disekitarnya dan menyuruh mereka pergi karena sangat berbahaya berada dirumah Usman ra. Dan orang terakhir yang mencoba melindunginya pun disuruh pergi yaitu Ali ibu Abi Thalib ra.

Seperti itulah sedikit cerita mengenai detik-detik pemilihan khalifah ke tiga yang di ambil dari beberapa sumber dari Internet maupun buku. Jika ada yang salah, saya dengan senang hati menerima kritik dan saran dari teman-teman semua. Setiap manusia tak luput dari salah dan dosa. Semoga di lain kesempatan saya bisa menceritakan kisah lain dari para pemimpin atau orang yang bisa dijadikan contoh dan teladan untuk kita semua. Aamiin

Wallahu a’lamu bishshowab

Akhirul kalam. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kerja Praktek di Proyek Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari – Blok M Paket Pasar Cipete

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada ALLAH swt, yang telah memberikan kita nikmat sehat sehingga kita masih bisa tetap menuntut ilmu yang ALLAH turunkan melalui segala sesuatu yang ada di bumi ini.

Salawat dan salam semoga selalu kita senandungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. yang telah berjuang untuk memperbaiki ahlak manusia, kepada sahabat, keluarga juga para pengikutnya hingga akhir zaman.

Di tengah krisis moral yang dihadapi negara Indonesia, kita selaku warga negara harus tetap optimis dan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik demi mencapai Indonesia yang adil dan sejahtera. Belajar adalah salah satu cara yang saat ini dirasa cukup bagi mahasiswa untuk berjuang dalam menegakkan keadilan dan moral di negara ini. Dengan terus belajar, saya yakin insyaALLAH jika suatu saat salah satu dari kita (mahasiswa) menjadi orang yang paling berpengaruh di negara ini (wakil rakyat), akan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini dengan apa yang mereka pelajari semasa menjadi mahasiswa. Semoga kita sebagai penerus bangsa tidak menjadi orang yang haus akan kekuasaan, uang dan wanita. Aamiin.

Dalam kesempatan kali ini, saya hendak menuturkan hasil kerja praktek (KP) saya selama semester 6 di Proyek Jalan Layang Non Tol Antasari – Blok M. Semoga dengan penyampaian ini dapat bermanfaat bagi teman2 sekelian, dan semoga bisa berkah untuk kita semua. Jika apa yang disampaikan dalam kalimat kurang berkenan atau tidak sesuai dengan teori yang ada, insyaALLAH saya siap menerima kritik dan saran dari teman-teman sekalian

1. Latar Belakang

Semakin besar perkembangan teknologi di wilayah perkotan semakin membuat masyarakat memiliki jiwa persaingan yang kuat untuk menjadi yang terdepan di wilayah tersebut. Jika hal itu tak terkendali akan mengakibatkan jumlah penduduk yang melonjak dan dapat mengakibatkan kepadatan penduduk. Hal ini yang sedang dirasakan oleh warga Jakarta.

Jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya di Jakarta sangat  menuntut pemerintah Jakarta untuk terus menemukan solusi demi solusi agar warga Jakarta dapat tinggal dengan aman dan nyaman baik dalam pembangunan maupun sosial.

Salah satu masalah besar yang dihadapi warga Jakarta adalah kemacetan. Meningkatnya jumlah penduduk inilah yang menyebabkan kemacetan Jakarta semakin parah. Hal inilah yang menuntut pemerintah untuk membuat suatu solusi untuk mengurai kemacetan yang terjadi. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan sarana dan prasana transportasi yang mana hal ini tidak lepas dari peranan seorang insinyur teknik sipil.

Proses yang dibutuhkan oleh seorang insinyur sipil untuk dapat membangun dan menciptakan bangunan yang kuat, aman, dan nyaman bukanlah merupakan sebuah proses singkat dan instan, melainkan harus melalui proses belajar yang panjang dan matang untuk dapat memahami ilmu-ilmu yang dibutuhkannya dalam proses konstruksi.

Proses belajar ini dilakukan baik dengan mempelajari dan memahami ilmu-ilmu dari dosen di dalam kelas, kegiatan-kegiatan praktikum di laboratorium, ataupun lebih jauh lagi dengan terjun langsung ke lapangan melalui kegiatan Kerja Praktek di proyek pembangunan.

Kegiatan Kerja Praktek di proyek pembangunan dalam kurikulum jurusan teknik sipil adalah salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan seluruh mahasiswa untuk memenuhi tahapan dalam jenjang pendidikannya di bangku perkuliahan. Kerja Praktek ini memiliki peranan yang penting untuk seorang calon insinyur karena ilmu-ilmu yang selama ini hanya dipelajari di dalam kelas tentu dapat dilihat aplikasi kegunaannya dalam kehidupan nyata yaitu dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan ataupun bahkan dengan adanya kerja praktek ini tentu dapat ditarik ilmu-ilmu pelaksanaan yang tidak bisa didapatkan di bangku kuliah.

Melalui kegiatan ini pula mahasiswa memiliki wawasan yang luas terhadap perkembangan pembangunan di bidang konstruksi serta dapat melihat dan mempelajari kebijakan dan cara kontraktor utama sebagai pembangun dalam menghadapi permasalahan yang tidak timbul secara terduga. Sehingga pada akhirnya setelah selesai menyelesaikan pendidikannya di bangku perkuliahan, lulus, dan mendapat gelar, mahasiswa tidak hanya memiliki teori literatur saja namun telah memiliki pengalaman dan gambaran tentang kehidupan pembangunan dan pelaksanaan kegiatan di proyek yang dapat dijadikan bekal untuk kedepannya.

Laporan Kerja Praktek ini disusun berdasarkan data serta pengamatan langsung selama 40 hari yang dilakukan pada PT. PP (Persero), Tbk. selaku kontraktor utama dalam proyek Pembangunan Jalan Layang Non Tol Antasari – Blok M.

2. Latar Belakang Proyek

Jakarta kini telah menginjak usianya hampir mencapai setengah abad sudah tumbuh dan berkembang dengan pesat. Seiring dengan pesatnya perkembangan tersebut, Jakarta masih harus berpacu untuk mengatasi berbagai problematika, khususnya terkait dengan lingkungan dan transportasi.

Di bidang transportasi, pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor setiap tahun sangat pesat. Dari pertumbuhan kendaraan bermotor ini, penambahan panjang dan lebar jalan ini hanya mencapai 0,01 %. Hal ini sangat tidak seimbang dengan total pertumbuhan kendaraan bermotor yang mencapai 9,9 juta unit pada tahun 2009 sedangkan pada tahun 2007 hanya mencapai 5,2  juta kendaraan bermotor. Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah strategis, yakni membangun sistem transportasi sebagai salah satu program unggulan (dedicated programme). (Majalah Techno Konstrusi, 2010)

Dengan kondisi demikian perlu strategi penanganan yang tepat. Strategi dual approach dan triple approach cukup tepat yang direncanakan oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu mengarah pada penambahan sistem jaringan jalan seperti Pembangunan Jalan Layang Non Tol Antasari – Blok M.

Dalam rangka menunjukan keseriusan dari Pemprov DKI Jakarta, maka ditunjuk Dinas Pekerjaan Umum sebagai pengurus sistem transportasi di Indonesia untuk memilih pelaksana-pelaksana terbaik yaitu PT. Waskita Karya, PT. Hutama Karya – PT. Nindya Karya, PT. Yasa Patria Perkasa,  PT. Modern-PT. Lampiri, KSO dan PT. PP (Persero), Tbk.

3. Maksud dan Tujuan Proyek

Maksud dan tujuan dibangunya Jalan Layang Non Tol Antasari – Blok M adalah sebagai salah satu cara Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi masalah kemacetan dan kepadatan kendaraan yang terjadi di Jakarta agar warga Jakarta serta para pengguna jasa transportasi lainnya dapat melakukan perjalanan yang aman serta nyaman.

4. Data Umum Proyek

Proyek Pembangunan Jalan Layang Non Tol Pangeran Antasari – Blok M dikerjakan oleh lima kontraktor utama. Berikut panjang jalan layang dikerjakan oleh kelima kontraktor.

Tabel 2.1 Kontraktor Proyek JLNT P. Antasari – Blok M

No

Kontraktor

Panjang

yang Ditangani

Paket

1

PT. PP (Persero), Tbk

1170 m

Pasar Cipete

2

PT. Waskita

803 m

Cipete Utara

3

PT. Hutama Karya & Nidya Karya

926 m

Taman Brawijaya

4

PT. Yasa Patria Perkasa

1062 m

Prapanca

5

PT. Modern – Lampiri, KSO

904 m

Lapangan Mabak

  1. Nama Proyek                              :      Pembangunan Jalan Layang Non TolAntasari – Blok M (Stage 1 : PasarInpresCipete – LapanganMabak Blok M) Paket Pasar Cinere (Multy Years)
  2. Surat Perjanjian Jasa                 :      Nomor 10037/-1.792
  3. Lokasi Proyek                             :      Pasar Cipete, Jalan P. Antasari
  4. Pemilik Proyek                           :      Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jatakarta dan Dinas Pekerjaan Umum
  5. Konsultan Struktur                    :      PT. Perentjana Djaja
  6. Konsultan Supervisi                   :      PT. Virama Karya

PT. Karya Cipta Utama Mandiri

  1. Kontraktor Utama                     :      PT. PP (Persero), Tbk.
  2. Sub Kontraktor Struktur
    1. Beton Ready Mix                 :      PT. Adimix Precast

PT. Pionir Beton

  1. b.      Stressing                            :      PT. Dinamical Structural System
  2. c.       Tim Erection                    :      PT. Kharisma Karya Kencana
  3. Sumber Dana                              :      APBD Provinsi DKI Jakarta
  4. Sistem Pelelangan                       :      Pelelangan Umum
  5. Sistem Kontrak                           :      Multy Years
  6. Waktu Pelaksanaan                     :      22 November 2010–12 Oktober 2012
  7. Jenis Pekerjaan                            :      Struktur, Mekanical dan Elektrical
  8. Kuantitas Pekerjaan
    1. Deskripsi Proyek                   :      Jembatan dengan Panjang 1.170 m dan Lebar 8,75 m x 2
    2. Jenis Pondasi                              :      Bore Pile
    3. Jenis Struktur  :           Struktur Beton Prategang

5. Data Teknis Proyek

  1. Panjang Jembatan                                     : 1.170 m
  2. Konstruksi Bangunan

Pondasi                                                 : Bore Pile

Pier                                                       : Beton Bertulang

Pier Head                                             : Beton Prategang

Girder                                                   : Box Girder

Pelat Lantai                                          : Aspal

Railing Jembatan                                  : Beton Bertulang

  1. Fungsi Bangunan
    1. Pondasi                : Sebagai penyalur beban terakhir pada struktur ke tanah agar bangunan tidak terjadi penurunan yang tidak wajar ataupun guling.
    2. Pile Cap               : Digunakan agar beban yang tersalur dari pier dapat menyebar dengan merata kepondasi (khususnya pondasi kelompok).
    3. Pier                      : Sebagai penyalur beban dari pier head ke pile cap yang bertujuan agar beban yang tersalur dari pier head danbox girder dapat diarahkan dengan baik.
      1. Pier Head            : Sebagai dudukan box girder  serta sebagai penyalur beban lalu lintas dan box girder ke pier.
      2. Girder                  :  Sebagai balok dengan panjang bentang tertentu  yang berfungsi sebagai penyalur utama dari beban lalu lintas yang nantinya akan di salurkan ke pondasi
      3. Parapet                 : Sebagai jagaan di sisi-sisi jembatan.
      4. Railing                 : Sebagai jagaan di sisi-sisi jembatan.
      5. Lantai Jembatan  : Sebagai perkerasan lentur pada jalan.
  2. Pondasi
    1. Jenis Pondasi                          :        Bore Pile
    2. Kedalaman Pondasi               :        26 – 40 meter
    3. Diameter Pondasi                   :        1,5 m
    4. f’c                                           :        29 MPa
    5. Tebal pile cap                         :        1,75 m – 2,75 m
  3. Struktur Bawah
    1. Pondasi                                          :    Mutu Beton K-350
    2. Pile Cap                                        :    Mutu Beton K-350
  4. Struktur Atas
    1. Pier                                                :    Mutu Beton K-600
    2. Pier Head                                      :    Mutu Beton K-600
    3. Box Girder                                    :    Mutu Beton K-600 ( Precast )
    4. Parapet dan Railing                       :    Mutu Beton K-350
  5. Tendon                                                 :    7 Wire-Strand mutu tinggi G-270
  6. Baja Tulangan                                      :    D > 13 mm BJTD 40

D < 13 mm BJTP 24

6. Data Administrasi Proyek

  1. Tipe Kontrak                                 :     Unit Price Contract
  2. Sistem Pembayaran                       :     Unit Price Contract.
  3. Nilai Proyek                                  :     Rp. 325.499.285.000,00
  4. Nilai Kontrak (Penawaran)           :     Rp. 309.347.000.000,00
  5. Uang Muka                 :           5% dari nilai proyek

7. Definisi Managemen Proyek

Pelaksanaan pembangunan Jalan Layang Non Tol Antasari – Blok M Paket Pasar Cipete adalah suatu pekerjaan yang mengharuskan pemahaman dalam perencanaan proyek manajemen, manajemen harga, manajemen waktu, manajemen kualitas, administrasi kontrak, manajemen keselamatan, dan praktek profesional agar terciptanya hasil pekerjaan yang baik dan sesuai dengan harapan.

Manajemen proyek itu sendiri memiliki definisi pengelolaan perencanaan (rencana kerja), pelaksanaan, pengendalian dan koordinasi suatu proyek dari awal pelaksanaan pekerjaan sampai selesainya proyek secara efektif dan efisien, untuk menjamin bahwa proyek dilaksanakan tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu (Ervianto, 2003).

Dalam proses pelaksanaan sebuah proyek ada 3 hal yang sangat berkaitan erat dan mempengaruhi kualitas suatu pengerjaan proyek (triple constrainst), yakni jadwal, mutu dan dan anggaran biaya proyek. Dibutuhkan pengaturan khusus yang tersusun secara sistematis dan terkonsep dengan baik agar ketiga aspek tersebut dapat terpenuhi sehingga diperoleh hasil yang baik yang sesuai perencanaan proyek. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen proyek adalah:

  1. Perencanaan (planning)

Setiap proyek selalu dimulai dengan proses perencanaan. Dalam tahap perencanaan biasanya diawali dengan brainstorming dalam team. Dibutuhkan pengalaman-pengalaman yang cukup dan analisa suatu masalah yang matang dalam proses perencanaan. Sasaran perencanaan yang harus direncanakan diantaranya: perencanaan biaya, perencanaan rnutu, perencanaan waktu dan perencanaan kearnanan kerja. Dalarn perencanaannya, proyek Pembangunan Jalan Layang Non Tol Antasari – Blok M Paket Pasar Cipete  ini akan rnernakan waktu pelaksanaan konstruksi struktur selarna dua tahun (2010 – 2012). Penjadwalan awal (Master Time Schedule) pada proyek ini dibuat dalam bentuk kurva S yang dapat dilihat pada larnpiran dari laporan ini.

  1. Penjadwalan (scheduling)

Merupakan implementasi dari perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, material), durasi, dan progress waktu untuk menyelesaikan proyek.Penjadwalan proyek mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai permasalahannya.

Proses monitoring dan updating dalam suatu proyek harus selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis agar sesuai dengan tujuan proyek.Ada beberapa metode untuk mengelola penjadwalan proyek, yaitu kurva S (hanumm curve), barchart, penjadwalan linear (diagram vektor), network planning waktu dan durasi kegiatan.Bila terjadi penyimpangan terhadap rencana semula, maka dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi.

Pada lampiran dicantumkan “s” curve pelaksanaan proyek pembangunan Jalan Layang Non Tol Antasari – Blok M, dimana keterangan dalam “s” curve itu adalah sebagai berikut:

  1. Sisi atas menunjukkan waktu pelaksanaan pekerjaan.
  2. Sisi bawah menunjukkan total rencana dan total pelaksanaan dalam persentase.2
  3. Sisi kanan menunjukkan pembagian pekerjaan dalam persentase.
  4. Sisi kiri menunjukkan nilai bobot pekerjaan dalam persentase.
  5. Pengarahan (Directing)

Pengarahan adalah kegiatan mobilisasi sumber-sumber daya yang dimiliki agar dapat bergerak secara satu kesatuan sesuai rencana yang telah dibuat, termasuk didalamnya melakukan motivasi dan koordinasi terhadap seluruh staffnya.

  1. Pelaksanaan (Actuating)

Mengkoordinasi pelaksanaan proyek agar sesuai dengan perencanaan (Planning), spesifikasi teknik dan gambar proyek yang telah disepakati dalam tender.

  1. Pengendalian (Controlling)

Pengendalian merupakan tindakan memonitor, memantau dengan cara mengukur kualitas penampilan dan penganalisaan serta pengevaluasian penampilan yang diikuti dengan tindakan perbaikan yang harus diambil terhadap penyimpangan yang terjadi (diluar batas toleransi). Dalam pengendalian ini, mencakup kegiatan pengawasan yang dilakukan secara kontinu dari waktu ke waktu guna mendapatkan keyakinan bahwa pelaksanaan kegiatan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan guna mencapai hasil yang diinginkan. Tugas tindakan mengontrol bukan berarti hanya menyalahkan orang lain, tetapi juga mencari dan menentukan alternatif terbaik dalam tindakan pencegahan (preventive action) dan perbaikan atas ketidaksesuaian yang terjadi.

Tindakan tersebut meliputi, pengukuran kualitas hasil, membandingkan hasil terhadap kualitas, mengevaluasi penyimpangan yang terjadi, memberikan saran-saran perbaikan dan menyusun laporan kegiatan.

  1. Evaluasi (Directing)

Evaluasi adalah spesifikasi pekerjaan, membandingkan realisasi dengan rencana, pengambilan langkah-langkah yang diperlukan dan jika perlu diadakan perencanaan ulang (replanning).

8. Struktur Organisasi Proyek

struktur

Gambar 1. Struktur Organisasi Proyek

9. Pengendalian Proyek (Mutu, Waktu dan Biaya)

Pengawasan dan pengendalian dalam suatu proyek konstruksi merupakan sesuatu yang penting dilaksanakan secara ketat untuk menghindari hal-hal yang merugikan terutama bila berada dalam kondisi rentang waktu yang sempit karena pada saat-saat itulah sering terjadi kelalaian untuk mutu yang harus dicapai.

Umumnya pengawasan proyek bersifat preventif sejauh mana peningkatan pekerjaan dan memeriksa apakah pekerjaan tersebut sudah memenuhi spesifikasi gambar rencana dan tujuan yang telah dibuat.Sedangkan pengendalian perlu dilakukan sebagai tindak lanjut dari pengawasan untuk mengontrol kualitas pekerjaan agar sesuai dengan rencana.

Tujuan yang ingin dicapai dari pengendalian ini adalah:

  1. Agar memperoleh bangunan yang sesuai dengan standar mutu, serta memperhatikan ketentuan dan prosedur dari instansi yang berwenang dalam masalah pengendalian mutu.
  2. Waktu pelaksanaan proyek sesuai dengan time schedule sehingga pihak pemilik proyek maupun pelaksana tidak merasa dirugikan karena adanya keterlambatan (pengendalian waktu).
  3. Peningkatan efisien pekerjaan sehingga dapat meminimalkan pengeluaran keuangan proyek (pengendalian biaya).

Maka untuk terciptanya itu semua diperlukan beberapa pertimbangan agar mendapatkan rencana kerja yang baik dan teliti, yaitu sebagai berikut:

  1. Metode pelaksanaan pekerjaan.
  2. Dana yang tersedia.
  3. Bahan bangunan/material yang tersedia.
  4. Peralatan yang digunakan.
  5. Waktu yang telah ditentukan.
  6. Tenaga kerja yang tersedia.

9.a Pengendalian Mutu

Pengendalian mutu/kualitas (quality control) merupakan salah satu pelaksanaan pengendalian proyek, yaitu kualitas hasil pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Pengendalian mutu dilaksanakan secara terus-menerus mulai dari tahapan pra pelaksanaan, pelaksanaan, sampai pasca pelaksanaan. Pada pelaksanaan pekerjaan proyek, bahan-bahan bangunan mutlak berpengaruh terhadap kualitas produk fisik proyek. Untuk itu bahan-bahan yang digunakan haruslah memenuhi spesifikasi, karena akan berpengaruh terhadap kekuatan dan daya tahan konstruksi. Hal lain yang harus diperhatikan adalah tempat dan cara penyimpanan, sehingga tidak merusak kualitas bahan itu sendiri.

Dalam mencapai kualitas bahan yang baik maka digunakan standar mutu dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi yang meliputi:

  1. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (PBI – 1971)
  2. Peraturan Semen Portland Indonesia (SNI – 08)
  3. Standar Pembebanan untuk Jembatan (RSNI T-02-2005)
  4. Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan (SNI-12-2004)
  5. Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan mengenai Persyaratan Tahan Gempa (BMS 1992)
  6. ASTM (American Society for Testing and Material)

Pada umumnya penilaian material meliputi segi kualitas material mudah tidaknya mendapatkan material tersebut, harga material.

 a. Mutu Betom

Pelaksanaan pengendalian mutu pekerjaan beton dilakukan dengan semua bahan beton yang akan dipergunakan. Bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi persyaratan SNI 03-2847-2002. Beton yang digunakan adalah beton ready mix dengan mutu beton K-350 utnuk beton bore pile, parapet, railing dan pile cap, K-600 untuk beton pier, hammer head dan box girder.

Untuk setiap pengiriman beton ready mix dipilih secara acak dari satu batch yang akan diambil benda uji silinder namun seharusnya pada proyek JLNT ini diambil sampel pada setiap pengiriman 10 m3. Dengan kesepakan dari pihak monitoring DPU, konsultan supervisi dan kontraktor diambil sample secara acak setiap 10 molen yang datang.

b. Mutu Beton Box Girder

Box girder adalah bahan utama dalam pembangunan JLNT ini.Ada sesuatu yang istimewa dari box girder dibandingkan dengan bagian lain yang terbuat dari beton. Hal istimewa tersebut adalah dari pembuatannya yaitu dibuat dimana batching plan berada dan dipasang pada lokasi proyek setelah umur beton mencapai 28 hari. Pada proyek JLNT ini menggunakan beton precast PT. Adimix Precast yang ada di Cibitung, Cikarang.

box girder

Gambar 3.2 Box Girder

Untuk menjaga mutu dan ukuran dari box girder sesuai yang direncanakan dari pihak kontraktor mengirimkan tim yang akan tinggal di tempat pembuatan box girder untuk mengawasi pengecoran. Selain tim tersebut, kontraktor juga mengirimkan tim bersama konsultan supervisi untuk melakukan inspeksi terhadap box girder yang sudah siap pasang. Hal ini dilakukan agar jika ada mutu dan ukuran yang  menyimpang dapat segera diatasi sehingga tidak akan menghambat pekerjaan di lapangan.

Untuk satu buah box girder ini memerlukan sebanyak 18 m3 dengan mutu K-600 yang mana dalam melakukan pengecoran tidak diperkenankan tertunda. Jadi, dalam proses ini, 5 buah molen sudah disiapkan didekatkan box yang akan dicor yang masing-masing terdiri dari 4 m3  beton. Jika dalam pengecoran terputus atau tertunda yang akan terjadi adalah perbedaan warna sehingga tidak estetik dan akan terlihat adanya keretakan yang disebabkan adanya rongga akibat bekas coran yang lama dengan yang baru.

c. Mutu Air

Pengendalian terhadap air yang digunakan haruslah bebas dari bahan organik, garam, zat asam, ataupun minyak dan kotoran-kotoran lainnya dalam jumlah cukup besar yang dapat mengurangi ketahanan beton dan baja tulangan. Sedangkan apabila terdapat keraguan terhadap air yang digunakan dapat dilakukan pengetesan di laboratorium untuk mendapatkan keterangan tentang kelayakan air.

Dalam hal pengendalian material agar terjaga kelancaran pelaksanaan proyek dan mengurangi sampah yang dihasilkan (waste) maka diperlukan pula beberapa kebijakan oleh material manager yang meliputi:

  1. Menggunakan material baru sesuai dengan yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat Struktur dan tidak memperbolehkan pekerja untuk membawa serta memiliki material bekas untuk mencegah penyalahgunaan bahan.
  2. Menyetujui dan memesan material hanya sebesar kebutuhan yang dibutuhkan dalam kurun waktu terbatas.
  3. Material sisa yang masih berkualitas baik dan sekiranya masih dapat digunakan untuk keperluan pelengkap disimpan dan dicatat secara khusus untuk menghindari terjadinya kehilangan.

d. Pembesian

Besi beton yang dipakai adalah besi beton ulir (deformamed bar) untuk D>13 dengan tegangan leleh 4000 kg/cm2 (BJTD-40) dan besi polos (plain bar) untuk D<13 dengan tegangan leleh 2400 kg/cm2 (BJTP-24).

pembesian

Gambar 3.3 Pembesian Parapet dan Railing

e. Bekisting

Bekisting yang digunakan adalah terbuat dari pelat phenol film yang mana salah satu bidangnya mempunyai sifat yang licin. Phenol film ini memiliki keunggulan dibandingkan bekisting yang biasa, salah satunya yaitu bisa digunakan beberapa kali sehingga dapat menghemat juga berpartisipasi dalam program bangunan ramah lingkungan (green building).

bekisting

Gambar 3.4 Bekisting

9.b Pengendalian Waktu Pelaksanaan

Pengendalian waktu pada suatu proyek pada umumnya dilakukan dengan sistem penjadwalan yaitu pembuatan time schedule. Time Schedule adalah metode pengendalian proyek yang merupakan proses pemikiran yang tangguh dalam mengatasi persoalan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan teori dan pengalaman. Pembuatan Time Schedule dapat menentukan saat mulai pelaksanaan dan berakhirnya suatu pekerjaan, memperkirakan jumlah dan jenis material yang dibutuhkan maupun yang tersedia di proyek. Penyusunan Time Schedule membutuhkan data tentang:

  1. Waktu yang tersedia, meliputi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan masing-masing pekerjaan proyek secara keseluruhan.
  2. Pertimbangan tenaga kerja yang tersedia/dibutuhkan berdasarkan keterampilan, keahlian buruh serta harga bahan dan upah.

Keadaan lingkungan (lokasi proyek) sebelum proyek tersebut dilaksanakan.

  1. Gambar-gambar bestek adalah gambar arsitek, struktural, mekanikal, elektrikal, plumbing, penangkal petir dan pekerjaan halaman.
  2. Peraturan dan persyaratan bestek.
  3. Kondisi, kapasitas alat kerja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan suatu proyek dari segi mutu dan kualitas.

Tujuan dari pembuatan Time Schedule adalah:

  1. Mengatur pekerjaan secara teliti.
  2. Memudahkan penentuan pelaksanaan pekerjaan pada waktunya.
  3. Dapat menentukan kegiatan kritis karena akan mempengaruhi cepat atau lambatnya penyelesaian pekerjaan suatu proyek.

Pembuatan Time Schedule dapat memudahkan pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan. Pembuatan Time Schedule sangat membutuhkan kemampuan berfikir secara logis, pengetahuan tentang teknik sipil, pengalaman kerja sehingga mendapat hasil maksimal. Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam menyusun pembuatan Time Schedule diantaranya adalah:

  1. Time Schedule harus dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.
  2. Disusun berdasarkan forecast yang akurat.
  3. Sesuai dengan sumber daya yang tersedia.
  4. Fleksibel terhadap perubahan-perubahan, misalnya perubahan spesifikasi proyek.
  5. Cukup mendetail untuk dipakai sebagai alat pengukur progress proyek.

Pembuatan Time Schedule sangat mempengaruhi kondisi situasi proyek sehingga pelaksanaan suatu proyek dapat dikontrol, tidak menyimpang dari ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.

9.c  Pengendalian Biaya

Yang dimaksud dengan pengendalian biaya proyek adalah semua upaya atau usaha yang dilakukan oleh seluruh staf proyek (kepala proyek dan staf), agar biaya pelaksanaan proyek menjadi wajar, murah, dan  efisien sesuai dengan rencana atau hasil evaluasi yang telah dilakukan. Pengendalian biaya pelaksanaan proyek terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh :

  1. Pengendalian waktu pelaksanaan proyek (efek dari penambahan biaya tidak langsung).
  2. Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan proyek (efek dari pekerjaan ulang,  finishing, pembongkaran, dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi, yaitu biaya langsung maupun tidak langsung).
  3. Pengendalian sistem manajemen operasional proyek yang bersangkutan, yang kurang baik  atau tidak konsisten dalam pelaksanaannya atau penerapannya (efek penambahan biaya karena inefektivitas dari cara dan sistem kerja serta efisiensi realitas biaya pekerjaan dari yang seharusnya direncakanan).

Pengendalian biaya dilakukan secara rutin selama pelaksanaan proyek, dan hasilnya diwujudkan dalam bentuk laporan yang berisikan rincian pemasukan dan pengeluaran operasional dan non operasional. Sistem pengupahan pada joint operation  dibayar dengan empat macam cara, yaitu sebagai berikut :

  1. Upah Bulanan

Upah bulanan yaitu upah yang dibayarkan setiap bulan kepada tenaga kerja tetap dan tidak tetap. Perbedaannya adalah jika tenaga kerja tetap (staff) selain upah bulanan tidak akan ada potongan gaji bila tidak masuk kerja dengansuatu alasan.

  1. Upah Mingguan

Upah mingguan yaitu upah yang dibayarkan berdasarkan volume pekerjaan yang dicapai. Hasil pekerjaan diperiksa setiap hari Sabtu. Sistem pembayarannya adalah kontraktor membayar kepada bos borong/mandor berdasarkan volume pekerjaan yang telah diselesaikan atau sesuai progress/kemajuan per 15 hari, lalu bos borong/mandor yang akan mengatur pembayarannya kepada para pekerja.

  1. Upah Harian

Upah harian yaitu upah yang diperhitungkan secara harian tergantung pekerjaan (tukang, K3). Upah harian ini dibayar seminggu sekali yaitu setiap hari Sabtu.Pembayaran upah dihitung dari jumlah hadir, sedangkan besar atau kecilnya upah per harinya tergantung keterampilan dan prestasi kerja yang bersangkutan.

  1. Upah Lembur

Upah lembur yaitu upah yang dibayarkan untuk kerja diluar jam kerja biasa.Besarnya disesuaikan dengan perjanjian yang telah disetujui oleh pekerja sebelum kerja lembur dilaksanakan.

9.d Pengendalian Keselamatan Kerja

K3 sangat penting dalam pelaksanaan suatu proyek. Semakin kecil tingkat kecelakaan dalam suatu proyek, maka nama baik suatu perusahaan kontraktor akan semakin baik. Oleh karena itu, di PT. PP (Persero), Tbk ini, K3 sangat diutamakan.Salah satu kegiatannya adalah selalu melakukan pendekatan psikis kepada para pekerja mengenai pentingnya K3 setiap minggunya. Dengan hal ini, diharapkan para pekerja menyadari akan dibutuhkannya peralatan K3, karena tanpa kesadaran dari pekerja, tim safety tidak ada gunanya.

Pada penerapan program K3 pada proyek JLNT Antasari-Blok M terdiri dari beberapa point utama, yaitu:

1)                  SHE Introduction     :    yaitu pengarahan K3 kepada pekerja baru

2)                 SHE Talk                  :    yaitu pengarahan K3 kepada pekerja setiap hari jumat

3)                 Inspeksi                    :    yaitu monitoring pelaksanaan K3 di lapangan

4)                 Training K3              :    pelatihan kepada pekerja, sub kontraktor tentang K3

  K3

Gambar 3.5 SHE Introduction  (kiri), SHE Talk (tengah),

Rambu-rambu K3 (kanan)


Demikian Penuturan singkat dari hasil laporan Kerja Praktek saya. Mendapatkan laporan yang lengkap hingga ke masalah khusus bisa download file laporannya di sini. Penulisan di blog ini tidak saya lengkapi karena mungkin akan kurang menarik jika saya tuliskan keseluruhannya, Tapi jika saya tampilkan laporan aslinya semoga dapat menjadi lebih menarik untuk membacanya. Aamiin

download file

Atas segala kekurangan dan kesalahan baik tutur kata maupun penulisan, saya mengucapkan mohon maaf dan terimakasih.

Barakallah

Assalamu’alaikum

Perencanaan Gedung Tahan Gempa dengan ETABS

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu’alaikum wr. wb

Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada ALLAH swt yang telah memberikan kesempatan kita untuk bersilaturahmi melalui tulisan ini. Solawat dan salam semoga selalu dicurahkan kepada junjungan kita yaitu Nabi Muhammad saw., keluarga , sahabat juga para pengikutnya hingga akhir zaman.

Salam kenal untuk semuanya, tak kenal maka tak sayang. Nama saya Wahyu Septiadi. Saya mahasiswa teknik sipil tingkat akhir Universitas Gunadarma. Saya senang diberi ide oleh ALLAH untuk bisa menulis di blog ini. Untuk posting pertama ini saya akan membahas bagaimana cara merencanakan gedung tahan gempa dengan ETABS. Mungkin tulisan ini kurang bermanfaat bagi para ahli teknik sipil yang sudah berpengalaman, tapi semoga sedikit ilmu dari tulisan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman yang baru atau sedang mengenal jurusan teknik sipil di universitas masing-masing. Namun, selain untuk share ilmu yang telah saya dapat, saya pun akan sangat senang jika ada para senior Sipil yang memberikan saran dan ilmu baru bagi saya. Karena saran dari para senior dan rekanr-rekan sekalian memberikan manfaat yang besar bagi saya, maupun orang lain yang membacanya.

Agar tidak membosankan mari kita mulai saja ya, hehehehe

Latar Belakang

Wilayah Indonesia adalah wilayah dengan puluhan ribu pulau yang mana Indonesia juga terletak pada wilayah yang rawan gempa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bencana alam yang di akibatkan oleh gempa seperti, gempa dan tsunami Aceh, gempa di Nias, Gempa di daerah selatan Jawa Barat, dll.

Daerah yang rawan gempa, membuat warga sedikit ketakutan jika harus tinggal di suatu daerah yang rawan gempa. Namun, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, para ahli telah memberikan ilmu mereka mengenai perencanaan gedung tahan gempa. Ilmu ini diperlajari oleh para civil engineer di Indonesia. Oleh karena itu, untuk para mahasiswa harus tahu bagaimana cara merencanakan gedung tahan gempa,

Image

Gambar 1. Kerusakan Gedung Akibat Gempa

Dalam merencanakan gedung tahan gempa, yang harus dikuasai oleh mahasiswa teknik sipil adalah bagaimana cara merrekayasa struktur gedung yang akan direncanakan yang disebut mekanika teknik. Jika mahasiswa sudah memahami Mekanika Teknik 1 s.d 4, Insya ALLAH untuk mempelajari perencanaan Gedung tahan Gempa pasti mudah. Aamiin

Perencanaan Gedung

Dalam perencanaan gedung di Indonesia di atur oleh Standar Nasional Indonesia. Oleh karena itu, dalam perencanaan kita harus berpacu pada standar tersebut. Dalam perencanaan gedung tahan gempa khusus biasanya ada 3 SNI yang kita gunakan.

  1. SNI 03-1726-2002-STANDAR PERENCANAAN KETAHANAN GEMPA
  2. SNI-03-2847-2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung
  3. PPIUG 1983 untuk Peraturan Pembebanan

Ada beberapa tahap dalam perencanaan gedung tahan gempa, tahap tersebut antara lain:

  1. Perencanaan Awal atau Preliminary Design
  2. Analisis Gempa
  3. Perencanaan Elemen Struktur dan Pendetailan
  4. Membuat Gambar Perencanaan atau Asplan Drawing

Namun, pada kesempatan kali ini, saya hanya akan membahas pada point 1 dan 2. Berikut penuturannya.

Data Perencanaan

Data perencanaan merupakan hal yang penting untuk dapat merencanakan suatu struktur bangunan. Data perencanaan ini bisa diperoleh dari Uji laboratorium, standar mutu bahan maupun lain-lainnya. Untuk data perencanaan dan prelimary design dapat klik download.

Setelah data perencanaan dan perencanaan awal sudah di download. makan selanjutnya adalah perencanaan gedung terhadap perkiraan gaya gempa yang akan terjadi. Untuk memahami perencanaan gempa ini, teman-teman sekalian harus mengetahui fungsi dari perencanaan ini terlebih dahulu.

Inti dari perencanaan terhadap gaya gempa adalah menemukan atau memperkirakan kondisi layan dan ulimit pada suatu struktur gedung tahan gempa. Kondisi layan dan ultimit ini adalah berupa batas simpangan horizontal yang mampu dipikul struktur gedung.

Batas Layan ditentukan berdasarkan simpangan antar tingkat akibat gempa rencana dan berfungsi untuk membatasi terjadinya pelelehan baja dan peretakan beton yang berlebihan, di samping untuk mencegah kerusakan non-struktur dan ketidaknyamanan penghuni. Dalam bahasa gaulnya, batas layan ini dihitung agar ketika terjadi goyangan akibat gempa penghuni masih dalam kondisi nyaman (dalam arti penghuni dapat berjalan untuk melarikan diri). hehehe

Batas Ultimit  ditentukan oleh simpangan dan simpangan antar-tingkat maksimum struktur gedung akibat pengaruh Gempa Rencana dalam kondisi struktur gedung di ambang keruntuhan, yaitu untuk membatasi kemungkinan terjadinya keruntuhan struktur gedung yang dapat menimbulkan korban jiwa manusia dan untuk mencegah benturan berbahaya antar-gedung atau antar bagian struktur gedung yang dipisah dengan sela pemisah (sela dilatasi). Dalam bahasa kerennya batas ultimit yaitu batas simpangan maksimum kemampuan gedung untuk menahan gaya gempa,

Untuk dapat mengetahui keadaan layan maupun ulitimit suatu gedung, kita perlu melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut berupa :

1. Memilih Analisis Gempa yang Akan Digunakan

Berdasarkan SNI 03 – 1726 – 2003 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanaan Gempa untuk Bangunan Gedung (Beta Version), cara analisa struktur akibat beban gempa ada dua, yaitu:

  1. Analisis statik ekivalen untuk gedung beraturan
  2. Analisis respons dinamik untuk gedung tidak beraturan

Untuk perencanaan gedung kali ini, menggunakan analisis statik ekivalen. Secara umum, berat bangunan yang akan menjadi beban gempa dapat dirumuskan sebagai berikut:

Berat total       = Beban Mati + Koefisien Reduksi × Beban Hidup

DL + 0,3LL

Dan berdasarkan SNI 03 – 1726 – 2002, dalam analisis beban gempa berat struktur harus diletakkan pada suatu pusat massa eksentrisitas rencana yang besarnya telah ditetapkan pada Pasal 5.4.3.

2. Mencari Berat Struktur yang Akan Direncanakan

Perhitungan beban gempa yang bekerja pada Lantai 1 sampai lantai 3 yang mana beban yang dihitung adalah Beban Mati (DL) pada tiap lantai tersebut. Beban mati tiap lantai tersebut dihitung seperti pada gambar dibawah ini.

Image

Gambar 2. Perhitungan Berat Perlantai

Beban mati yang dihitung berupa berat balok, kolom, lantai dan berat mati tambahan serta beban hidup yang bekerja. namun dalam penambahan beban hidup perlu dikalikan dengan faktor reduksi beban hidup yang angkanya tergantun pada keuatamaan struktur bangunan. Selain dengan menghitung manual berat struktur, bisa juga dihitung secara otomatis dengan program bantu ETABS. Perhitungan manual mudah saja digunakan jika bentuk bangunan sederhana dan simetris seperti gambar 2. Jika Bentuk struktur cukup rumit dan ditekan oleh owner agar perencana dapat merencanakan dengan cepat maka perhitungan secara otomatis bisa dilakukan dengan program ETABS.

3. Mencari Eksentrisitas Rencana (Ed)

Dalam mencari eksentrisitas rencana perlu diketahui pusat massa dan pusat rotasi dari suatu struktur. Setelah diketahui pusat massa dan pusat rotasi maka kita perlu membandingkan keduanya, jika eksentrisitas yang terjadi melebihi batas yang diijinkan, maka bentuk struktur perlu diganti. Perhitungan eksentrisitas rencana (ed) antara pusat massa dan pusat kekakuan lantai dapat menggunakan rumus berikut ini:

–          Untuk 0 < e ≤ 0,3b

ed         = 1,5e + 0,05b atau ed = e – 0,05b

–          Untuk e > 0,3b

ed         = 1,33e + 0,1b atau ed = 1,17e – 0,1b

4. Perhitungan Waktu Getar Alami

Dalam perhitungan waktu getar alami bangunan terdapat perbedaan di antara rumus yang digunakan dalam SNI 03 – 1726 – 2002 dengan SNI 03 – 1726 – 2003 dan SNI 03 – 1726 – 1991. Dalam perencanaan gedung kali ini rumus untuk menghitung waktu getar alami yang digunakan adalah yang ada pada SNI 03 – 1726 – 2003. Berdasarkan SNI 03 – 1726 – 2002, waktu getar alami fundamental T dari struktur harus dibatasi, bergantung pada koefisien  untuk wilayah gempa tempat struktur gedung berada dan jumlah tingkat n.

dimana koefisien ζ didapat dari tabel dibawah ini:

Tabel 1. Koefisien pembatas waktu getar alami

Wilayah Gempa

 ζ

1

0,20

2

0,19

3

0,18

4

0,17

5

0,16

6

0,15

Sumber : SNI 03 – 1726 – 2002

5. Perhitungan Koefisien Gempa Dasar (C)

Setelah diperoleh waktu getar alami bangunannya dengan menggunakan rumus empiris, maka berdasarkan SNI 03 – 1726 – 2002 Pasal 4.7.6, koefisien gempa dasarnya untuk jenis tanah dan wilayah gempa  didasarkan pada tabel 6

6. Perhitungan Gaya Geser Dasar Horizontal Total Akibat Gempa (V)

7. Analisis Waktu Getar Struktur dengan Cara T-Rayleigh

8. Distribusi Akhir Gaya Geser Dasar Horizontal

9. Analisis Kinerja Batas Layan (Δs)

10. Analisis Kinerja Batas Ultimit (Δm)

Untuk point 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 bisa langsung dibaca saja di dalam contoh perencanaan gedung tahan gempa yang dapat di download di blog ini.

Untuk dapat memahaminya lebih dalam, rajin-rajin mencari referensi baik dari buku, ebook, dosen, seminar maupun para ahli yang ada didekat kita.

Atas kunjungan teman-teman sekalian saya mengucapkan banyak terimakasih. Semoga berkah untuk kita semua. Aamiin.

Wassalamu’alaikum wr. wb

First Post

Assalamu’alaikum wr. wb.
Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah swt yang telah memberikan izin kepada saya sehingga saya bisa memulai keinginan dan harapan saya dalam tulisan ini.

Semoga dengan adanya tulisan ini, dapat membantu memberikan ilmu yang bermanfaat bagi para pembaca dan kepada penulis sendiri. Aamiin